Home » » Semester Kedua di ITB dan Berakhirnya TPB

Semester Kedua di ITB dan Berakhirnya TPB

Written By Harso Adjie Brotosukmono on Jumat, 07 Juli 2017 | 16.07


Satu semester atau sekitar enam bulan telah berlalu sejak saya menulis artikel Semester Pertama di Itebe. Semester kedua di STEI menjadi momok paling menakutkan bagi setiap mahasiswa STEI itu sendiri. Apa lagi kalau bukan bertemu dengan dua mata kuliah ganas, Pengantar Analisis Rangkaian (PAR) dan Dasar Pemrograman (Dasprog). Dua mata kuliah ini dititipkan oleh prodi teknik elektro dan prodi teknik informatika untuk menjadi bekal bagi mahasiswanya kelak di jurusan nanti.

Singkat cerita, ceritanya saya berhasil lulus dari tahap persiapan bersama atau yang sering disebut sebagai tahap paling bahagia. Beberapa minggu yang lalu saya membuka situs akademik online dan alhamdulillah keterima di jurusan yang saya inginkan, Teknik Tenaga Listrik, sebuah cabang dari Teknik Elektro yang berfokus membangkitkan, mentransmisikan, dan mendistribusikan energi listrik dari pembangkit ke masyarakat. Berdasarkan data yang dirilis oleh divisi media dan komunikasi STEI ITB, ternyata teman-teman saya berjumlah 32 orang. Cukup sedikit untuk satu buah angkatan.

Persebaran jurusan mahasiswa STEI 2016

Sebelum berbicara tentang jurusan, yang tentunya akan dibahas di postingan pada semester berikutnya, kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman semester 2 yang sangat menarik. Semester 1 ITB yang dibilang mirip pelajaran SMA memang benar kurang lebihnya. Di semester 2 ini barulah kita mulai merasakan materi-materi kuliah sebenarnya yang lebih terfokus. Jadi, apa saja yang saya dapatkan selama semester 2?

Kalkulus 2A, Fisika 2A, Kimia 2B

Kelas fisika 16 bersama dosen fisika ITB, Dr. Fatimah Arofiati Noor

Kalkulus, fisika, dan kimia adalah mata kuliah lanjutan semester pertama. Di semester dua ini, khususnya kalkulus, berbeda dan belum pernah dipelajari selama SMA. Materi-materi yang didapatkan benar-benar baru seperti pada kalkulus kita dikenalkan dengan Deret Taylor dan Maclaurin, Turunan Berdimensi-N, serta Integral Lipat. 

Sementara fisika secara materi mungkin menjadi tali paling kuat bagi kami anak STEI, karena fisika di semeter dua ini topiknya menitik-beratkan fisika listrik dan magnet. Di fisika semester 2 ini kita juga mendapatkan dasar-dasar dari fisika modern yang tentu saja tidak hanya rumus seperti zaman SMA tapi lebih ke konsep fundamental seperti kenapa relativitas itu terjadi, apa penyebabnya, dan apa konsekuensinya.

Untuk kimia, 'judul'-nya sekilas mirip dengan materi-materi di SMA namun kali ini rumus cepat adalah sesuatu yang haram. Kimia larutan, kelarutan, asam-basa-garam, dan sebagainya harus kami kerjakan secara reaksi. Karena itu, kimia di semester dua ini salah satu menyumbang ketidaklulusan paling besar di berbagai fakultas.

Pengantar Analisis Rangkaian

Walaupun Purcell, Halliday, dan Chang jarang dibaca, pasti setiap anak STEI pernah membaca buku ini.

Pengantar Analisis Rangkaian ini berbeda dengan fisika. Kita tidak perlu tahu secara mendalam apa yang ada dibalik resistor, induktor, dan kapasitor seperti di fisika karena yang kita fokuskan di mata kuliah ini adalah cara menganalisis suatu rangkaian elektrik. Pada level PAR, kita hanya dikenalkan dengan 5 jenis komponen saja: Sumber energi, resistor, kapasitor, induktor, dan operational amplifier. Pertanyaannya juga biasanya hanya berkisar di berapa arus dan berapa tegangan. Namun tetap saja, mata kuliah ini menjadi momok paling menakutkan bagi seluruh mahasiswa STEI ITB.

Ke depan jika melanjutkan ke program studi teknik elektro atau teknik tenaga listrik, maka mata kuliah ini akan dilanjutkan lagi ke jenjang berikutnya, yaitu Rangkaian Elektrik yang katanya lebih menakutkan. Lalu dilanjutkan lagi di mata kuliah Elektronika. Bagi teknik elektro, Elektronika akan dilanjutkan ke Elektronika II dan bagi teknik tenaga listrik, Elektronika akan dilanjutkan ke Elektronika Daya.

Dasar Pemrograman

Jika PTI pada semester lalu hanya berupa 'pengenalan' terhadap dunia pemrograman, maka dasprog lebih dari itu. Jika PAR mempelajari Fundamentals of Electric Circuits, maka dasprog mempelajari tentang Fundamentals of Programming. Jika dikatakan dasprog adalah lanjutan dari PTI saya setuju dan kurang setuju karena materi PTI diajarkan lagi dari awal pada mata kuliah ini. Mata kuliah ini sebenarnya tidak terlalu sulit tapi cukup menarik dan menantang. Berbeda dengan PTI pokoknya.

Pada awal pertemuan, kita ditugaskan membuat game dengan platform Stratch. Game-game ini lalu diadu dan yang terbaik mendapatkan hadiah. Dari segi bahasa, sebetulnya dasprog tidak mempelajari bahasa apa-apa, tapi untuk simpelnya kita menggunakan Haskell dan Pascal sebagai bahan untuk di-compile. Beberapa materi baru yang kita dapatkan di mata kuliah ini diantaranya Searching Algorithm, Sorting Algorithm, dan Modular Programming.

Jika kamu mau melanjutkan ke teknik informatika, maka mata kuliah ini akan lanjut ke jenjang berikutnya yaitu Algoritma dan Struktur Data di semester 3 dan dilanjutkan kembali dengan Pemrograman Terorientasi Objek di semester 4. 

Pengantar Rekayasa dan Desain 2 - Cluster 1

Robot Rubik Solver

Jika ada yang bilang kalau ITB hanya jago di teori, mereka salah besar. Salah satu hal yang menarik dari PRD di semester kedua ini adalah 100% praktek. Kami ditugaskan untuk membuat berbagai macam benda-benda berbau IT seperti robot, rangkaian elektronik, dan aplikasi android setiap minggunya. Robot yang kami buat menggunakan platform Lego Mindstorms EV3, platform yang sama seperti yang dipakai untuk membuat Klung-bot milik teknik fisika ITB yang terkenal itu. Pada minggu-minggu awal tugas cukup mudah seperti membuat robot yang spesifikasinya cukup bisa berjalan. Lalu lama-kelamaan dipersulit seperti membuat robot bipedal yang harus menyeimbangkan diri dengan sensor gyrocscope. Di akhir tugas robot, kami disuruh untuk membuat robot yang dapat menyelesaikan rubik 3x3.

Setelah selesai dengan robot, saatnya bermain-main dengan mikrokontroler. Arduino dipakai lagi semester ini. Namun, sepertinya tidak sesulit semester lalu karena kita hanya bermain-main dengan lampu dan lampu. Arduino ini lalu diintegrasikan dengan Android dan sistem komunikasi bluetooth untuk menyalakan lampu melalui aplikasi di Android. Walaupun terlihat agak sulit, tapi sebenarnya semua tutorial-nya sudah ada di internet dan tinggal copas aja ._.

Unit Robotika ITB dan Amateur Radio Club ITB

Saya dan Unit Robotika ITB

Walaupun semester 2 bagi sebagian orang lebih berat, tapi entah kenapa saya terpanggil untuk mengikuti unit di semester 2. Unit yang saya ikuti adalah dua unit penambah SKS, yaitu Unit Robotika (URO) ITB dan ARC ITB. 

Di URO, kita belajar tentang elektronika yang sedikit lebih advance dibanding yang kita dapatkan di PAR. Di sini, kita bermain mikrokontroler, sensor, dan aktuator bukan lagi resistor, kapasitor, dan induktor walaupun kita tetap memainkan mereka. Nah, URO ini benar-benar membuka isi kepala saya tentang dunia elektronika. SMA lalu saya benar-benar buta akan dunia kelistrikan namun semenjak di URO ITB, karena diajarkan dari dasar, sedikit demi sedikit pemahaman saya terbentuk.

Kalau ARC, ini lebih ke unit yang belajar tentang komunikasi web. Jangan tertipu dengan kata Radionya ya hehe. Di sini juga saya jadi lebih terbuka dengan dunia pemrograman web. Saya yang dulunya merasa sudah cukup lihai dalam bermain HTML dan CSS ternyata tidak ada apa-apanya ketika sudah berurusan dengan pemrograman web dalam skala yang lebih besar. Saya juga jadi lebih terbuka kalau ternyata CSS itu ada framework-nya seperti Bootstrap dan Materialize jadi kita tidak perlu capek-capek desain dari awal lagi. Baru tau :(

Nah sekian semester duanya, sampai ketemu di semester tiga!

1 comments :

Brotot Facts: