Home » » Dari Gunung Bromo ke Pantai Kuta

Dari Gunung Bromo ke Pantai Kuta

Written By Harso Adjie Brotosukmono on Sabtu, 26 Maret 2016 | 16.30


Lagi-lagi ini adalah Log yang sangat-sangat-sangat telat! Perjalanan ini sudah berlangsung sejak setahun yang lalu, tepatnya tahun 2015 dan sampai saya lupa tanggalnya kapan. Format dari perjalanan ini sebenarnya sama saja seperti perpisahan SMP saya, yang lognya bisa dilihat di sini. Namun, namanya juga anak SMA, egonya lebih tinggi dari anak SMP, jadi perjalanan cendrung terpisah-pisah walau masih satu tujuan.

Day 1 - OTW to Malang
Pagi di hari yang saya lupa saat itu tanggal berapa, kami berkumpul di SMA Negeri 68 Jakarta pukul 6 pagi, tanpa banyak cakap, koper dan barang-barang serta para peserta acara bertajuk "Study Tour ke Bromo Malang Bali" ini langsung naik ke atas bus. Bus yang saya dapatkan, Bus 2, berbeda dengan bus lainnya, walaupun sama-sama Blue Star namun bus saya memiliki kursi seperti pesawat yang sangat empuk dan cocok untuk memulai perjalanan selama seminggu ini.

Perjalanan kami mulai dari Tol Jakarta-Cikampek, saat itu Tol Cikampek-Palimanan belum selesai dibangun, maka kami melintasi Rute Nasional 1 reguler dari Jakarta hingga Semarang. Karena tujuan awal kami adalah Malang, maka kami harus berpisah dari Rute Nasional 1 yang seharusnya melalui Salatiga, namun supir bus kami malah melanjutkan perjalanan ke arah Kudus sehingga kami harus melalui unknown road dan akhirnya memasuki Rute Nasional 15 di Sragen dan turun terus hingga bertemu Jalur Selatan atau Rute Nasional 3.

Day 2 - Jatim Park 2
Setelah sampai di Malang, destinasi pertama kita adalah tempat untuk sarapan dan mandi. Sebagai pria pada umumnya, seharusnya saya tidak mandi di perjalanan seperti ini. Namun apa daya saya benar-benar harus mandi pagi itu karena sangat gerah.

Destinasi selanjutnya adalah Jatim Park 2 yang didalamnya terdapat Batu Secret Zoo. Batu Secret Zoo boleh dibilang sebuah kebun binatang yang bintang lima, jauh lebih bersih dan jauh lebih menarik dibanding Ragunan yang Jakarta punya. Tak hanya kebun binatang, di Batu Secret Zoo juga terdapat wahana-wahana permainan layaknya Dunia Fantasi namun dalam skala yang lebih kecil (karena ini kebun binatang, bukan dufan -_-)

Batu Secret Zoo, Jatim Park 2

Jika di Tamah Safari kita berjalan-jalan mengelilingi satwa dengan mobil, maka di Batu Secret Zoo ini kita berjalan kaki. Namun, seperti di Taman Safari, Batu Secret Zoo sudah memiliki pathwaynya sendiri mana satwa yang harus dilihat dahulu (biasanya adalah hewan-hewan yang umum seperti kura-kura, burung, atau monyet) sampai ke satwa terbaik yang disiapkan untuk terakhir (binatang langka seperti harimau, singa, jerapah, dan badak) lalu di ujung pathway ada berbagai macam permainan yang bisa kita coba, atau kita bisa menambah tur kita menuju akuarium, dunia serangga, atau dunia reptil. Jika memiliki waktu lebih, sempatkan juga menuju ke Museum Satwa yang terletak di samping Batu Secret Zoo.

Setelah bersenang-senang seharian di Batu Secret Zoo, kami menuju ke hotel untuk mempersiapkan perjalanan di pagi hari untuk melihat sunrise di Puncak Gunung Bromo.

Day 3 - Crater of the Beast
Pukul 3 dini hari, kami sudah siap seluruhnya untuk menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk naik ke Gunung Bromo. Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang bisa dijelajahi tanpa perlu mendaki, cukup naik mobil elf/angkot menuju pool jeep, lalu dari pool jeep menuju lautan pasir. Dari lautan pasir ini kita bisa berjalan kaki menuju puncak bromo atau bisa menyewa kuda dengan biaya Rp20.000 sekali jalan. Jika datang sebelum pukul 6 pagi, kita bisa melihat cantiknya sunrise di Puncak Gunung Bromo. Selain itu, kita juga bisa melihat aktivitas vulkanik di kawah aktif Gunung Bromo jika memungkinkan.

Me and gengs di lautan pasir, sesaat sebelum menaiki tangga menuju Kawah Bromo.

Setelah puas berfoto-foto di puncak, jangan kaget jika turun melihat banyak sekali pedagang makanan dan minuman di lautan pasir seakan seperti pasar kaget! Ya, begitulah, Gunung Bromo memang Gunung Wisata, maklum jika segalanya dipermudah, termasuk akses ke tempat makan.

Day 4 - OTW to Bali
Perjalanan seharian ini hanya kami habiskan untuk menuju ke Bali, kami kembali menggunakan Rute Nasional 1 yang dulunya disebut Great Post Road, membentang dari Anyer sampai Pasuruan, tapi kalau sekarang sudah membentang dari Merak sampai Banyuwangi. Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kami menyebrang menggunakan ferry. Penyebrangan berlangsung selama +/- satu jam. Lalu dari Pelabuhan Gilimanuk perjalanan dilanjutkan kembali menuju Bali yang kita kenal pada umumnya.

Sunset dari Pelabuhan Ketapang

Day 5 - Handicraft, Beach, Cliff, and Fine Dining
Hari kelima mundur dari jadwal sebelumnya, seharusnya hari ini kita bisa melihat pengolahan ikan tuna di pabriknya, namun karena baru berangkat pukul 10 pagi, perjalanan dimulai dari pusat oleh-oleh Krisna lalu menuju ke selatan ke Pantai Pandawa yang saat itu masih tergolong pantai yang sangat baru.

Pantai pandawa ini merupakan pantai yang sangat unik, karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, ombak di Pantai Pandawa cukup kencang, surga bagi para peselancar. Selain itu, di sisi utara pantai terdapat tebing-tebing tinggi yang dipahat dengan tokoh-tokoh Mahabharata sehingga menambah keeksotisan pantai ini. Berbeda sekali dengan Pantai Kuta, Pantai Sanur, dan Pantai Legian yang umumnya hanya berupa pantai, di Pantai Pandawa kita mendapatkan Pantai sekaligus Tebing ala Gunung. Selain itu, jajanan di Pantai Pandawa masih tergolong murah karena kebanyakan turis yang datang masih turis lokal. 

Bagi kamu yang tidak bisa berselancar, kamu bisa mencoba canoe di pantai ini, hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp30.000 untuk canoe sendiri dan Rp50.000 untuk canoe tandem, kamu sudah bisa canoeing selama 30 menit atau 1 jam jika kondisi pantai sedang sepi. menarik kan!

Canoe di Pantai Pandawa

Setelah puas di Pantai Pandawa kita menikmati santap malam di Pantai Jimbaran yang terkenal akan seafood bakarnya yang bisa dilahap di pinggir pantai. Karena kami terikat dengan tour and travel, kami tidak bisa memilih menu sendiri sehingga menu sudah dipesan sejak jauh-jauh hari. Menu yang kami dapatkan adalah Nasi, 4 pc kerang, 2 pc ikan bakar, 3 calamary, 2 udang, dan kangkung, Baiknya lagi, menu itu adalah menu yang didapatkan per orang! Bisa dibayangkan seberapa kenyangnya kami sepulang dari Jimbaran.

Candlelight dinner di Jimbaran

Day 6 - Turtle's Island
Di hari terakhir ini hanya 1 lokasi wisata yang kami kunjungi, yaitu Tanjung Benoa, dari Tanjung Benoa ini kita bisa naik kapal speedboat kecil untuk menuju Pulau Penyu. Kapal speedboat yang disediakan cukup unik, karena terdapat kaca di bawah kapal sehingga kami bisa melihat perairan di Teluk Benoa yang dangkal dan 'cukup' sepertinya 'cukup indah'. Selama perjalanan kita juga bisa melihat megahnya Jalan Tol Bali Mandara dari kejauhan.

Setelah 20 menit perjalanan, kita sampai di Pulau Penyu, dengan membayar retribusi sebesar Rp10 ribu, kita bisa menikmati binatang langka berupa penyu dan binatang-binatang lainnya seperti burung hantu, iguana, elang, dan ular. Tidak hanya sekedar melihat, namun kita juga bisa menyentuh dan berfoto bersama satwa-satwa yang sudah jinak tersebut.

Mukanya sangar semua

Setelah pulang dari Tanjung Benoa, selesailah perjalanan kita di Bali ini. Kami kembali menuju Pelabuhan Gilimanuk pada sore hari dan melakukan perjalanan pulang hingga hari berikutnya.

Day 7 - Yogyakarta
Tidak ada yang merencanakan untuk pergi ke Yogyakarta, ini serius, tapi karena kebetulan rute pulang yang kita ambil adalah Rute Nasional 3, melewati Kota Yogyakarta, jadilah kita singgah untuk makan dan membeli oleh-oleh sejenak di sini.

Day 8 - The Inauguration of Cikopo-Palimanan Toll Road
Pukul 3 pagi, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang menghubungkan Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan Jalan Tol Palimanan-Kanci. Pada pukul 6 pagi tepatnya, rombongan kami berkesempatan untuk mencicipi jalan tol ini. Panjang dan baru!

FUN FACTS:
  • Pada malam hari di Day 5, kami mencoba berjalan-jalan malam menjajal nightlife Bali. Namun apa daya, dibawah perlindungan Allah akhirnya kami hanya menghabiskan waktu bermain capsa di Burger King Kuta
  • Hotel yang kami singgahi di Bali namanya 100 Sunset Hotel, tebak alamatnya dimana? yap, benar, Jl. Sunset Road No. 100!
  • Perjalanan ini dilakukan saat kelas XII (saat itu) sedang melakukan Ujian Nasional
  • Saya bosan melihat sunset dan sunrise karena berlangsung terlalu banyak selama perjalanan ini -_- Namun menariknya, terjadi di lokasi yang berbeda-beda
  • Perjalanan dari lautan pasir menuju kawah bromo haruslah hati-hati, terutama sebelum sunrise karena banyak sekali 'ranjau darat' yang dijatuhkan oleh kuda-kuda setempat
  • Bawa selalu jaket, celana panjang, sarung tangan, dan kaus kaki sebelum menuju Gunung Bromo, karena dingin gila!

0 comments :

Posting Komentar

Brotot Facts: