Home » » Rangkuman UAS Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 1

Rangkuman UAS Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 1

Written By Harso Adjie Brotosukmono on Selasa, 01 Desember 2015 | 18.40


Buat yang tidak dapat catatan dari guru pengajarnya.. Buat yang tidak tahu mau belajar Bahasa Indonesia dari mana untuk mempersiapkan UAS, saya juga tidak tahu -_- Tapi mungkin rangkuman sederhana ini bisa membantu.

Rangkuman ini berfokus pada grammatical Bahasa Indonesia yang dipelajari di kelas 12 semester pertama, karena, kalau mencari kalimat utama atau makna itu sangat hoki-hokian.

Kelas Kata

Verba

Verba adalah kata kerja, verba dibagi atas:
  • Verba transitif, yaitu kata kerja yang membutuhkan objek.
    contoh: Arvin menjual barang bekas di pasar.
  • Verba intransitif, yaitu kata kerja yang tidak membutuhkan objek.
    contoh: Arvin berjualan.

Adverbia

Adverbia adalah kata yang menerangkan sesuatu (kata keterangan) berdasarkan fungsinya, adverbia dibagi atas:
  • Keterangan Waktu (diawali pada, ketika, dari, hingga, sejak)
    contoh: Arvin bermain bola sejak pagi hari
  • Keterangan Tempat (diawali di, ke, dari)
    contoh: Arvin bermain bola di depan rumah Pak Winarto
  • Keterangan Cara (diawali dengan, secara)
    contoh: Arvin belajar matematika secara mandiri
  • Keterangan Penyebaban (diawali karena, lantaran)
    contoh: Arvin terlambat karena terlambat bangun tidur
  • Keterangan Tujuan (diawali untuk, guna, buat)
    contoh: Arvin membeli bunga untuk kekasihnya
  • Keterangan Aposisi (diawali tanda koma)
    contoh: Arvin, calon presiden Indonesia
  • Keterangan Penyerta (diawali dengan, tanpa)
    contoh: Arvin tinggal sendiri tanpa siapa-siapa
  • Keterangan Similatif (diawali seperti, laksana)
    contoh: Arvin tidak pernah lelah bekerja seperti robot
  • Keterangan Kesalingan (diakhiri satu sama lain)
    contoh: Arvin dan pacarnya mencintai satu sama lain

Kelas Kata Lainnya

  • Nomina, nomina adalah kata benda.
    contoh: Arvin senang bermain bola
  • Pronomina, pronomina adalah kata ganti (seperti ia, saya, anda)
    contoh: Ia senang bermain bola
  • Adjektiva, adjektiva adalah kata sifat yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu
    contoh: Arvin senang bermain bola besar
  • Numeralia, numeralia adalah kata bilangan yang digunakan untuk menyatakan kuantitas
    contoh: Arvin bermain dua kali sehari
  • Preposisi, yaitu kata penghubung
    contoh: Arvin dan pacarnya bermain bola

Tingkatan Kata

Kata

Kata adalah tingkatan bahasa terkecil yang bisa berdiri sendiri. Menurut strukturnya, kata dibagi menjadi:
  • Kata Tunggal, yaitu kata yang terdiri atas satu bagian saja.
    contoh: Makan, Rumah, dan Mati
  • Kata Ulang (Reduplikasi), yaitu kata yang diulang agar menimbulkan kesan hiperbolik.
    contoh: sakit-sakitan, besar-besaran.
  • Kata Majemuk (Komposituum), yaitu kata yang terdiri atas beberapa bagian namun memiliki satu makna yang sama dan tidak bisa dipisah.
    contoh: Rumah Sakit, Orang Tua, dan Tanggung Jawab.

Frasa (Kelompok Kata)

Frasa adalah kelompok kata (kata yang terdiri atas dua bagian atau lebih) yang saling menjelaskan, frasa berbeda dengan kata majemuk karena kata majemuk bila dipisah per kata maknanya akan berbeda sangat jauh, sementara frasa bila dipisah per kata maknanya akan sama.

Berdasarkan kelasnya, frasa dibagi atas:
  • Frasa Nominatif, yaitu frasa yang membentuk kata benda (nomina).
    contoh: rumah besar, sepatu baru, dan kucing hitam.
  • Frasa Verbal, yatu frasa yang membentuk kata kerja (verba).
    contoh: bekerja keras, memakan teman, dan membaca buku.

Sementara berdasarkan jenisnya dibagi atas:
  • Frasa Modikatif, yaitu frasa yang mewatasi (menerangkan) kata utamanya.
    contoh: lantai bersih (n.), hari minggu (n.), teliti mengerjakan (v.)
  • Frasa Koordinatif, yaitu frasa yang tidak menerangkan, biasanya menggunakan kata yang berlawanan dengan kata utamanya.
    contoh: kanan-kiri (n.), bolak-balik (v.), merusak dan menghancurkan (v.)
  • Frasa Apositif, apa ya definisinya... pokoknya yang menjelaskan dan lengkap banget menjelaskannya. kira-kira contohnya seperti ini.
    contoh: Jakarta, ibukota Indonesia (n.), Pekerjaan Bagas, menggoda wanita (v.)

Klausa

Klausa adalah kelompok kata yang berpotensi menjadi kalimat, klausa sudah memiliki makna seperti kalimat namun belum lengkap (atau sudah lengkap bila kalimat itu adalah kalimat tunggal). Klausa setidak-tidaknya memiliki subjek dan predikat.
contoh: 
  • Ketika orang itu sakit, paman datang
  • Api dipadamkan dengan cepat sesaat setelah petugas datang

Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa yang memiliki arti yang utuh. Kalimat dengan satu klausa disebut kalimat tunggal sementara kalimat dengan lebih dari satu klausa adalah kalimat majemuk. Lalu kemudian kalimat majemuk dibagi menjadi kalimat majemuk yang setara dan tidak setara, namun tidak dipelajari kali ini.

Afiks (Imbuhan)

Berdasarkan letak imbuhannya, imbuhan dalam Bahasa Indonesia terbagi atas:
  • Prefiks (kata depan), yaitu afiksasi satu imbuhan di depan kata, seperti per-, ke-, di-, meng-, se-, ber-, ter-
    contoh: Besar → Bagas memiliki buah mangga terbesar
  • Infix (kata sisipan), yaitu imbuhan yang disisipkan di tengah kata, seperti -el-, -em-, -in-
    contoh: Kerja → Kinerja bagas bulan ini cukup baik
  • Suffix (kata belakang), yaitu sebuah imbuhan di belakang kata seperti -an, -i, -sasi, -kan
    contoh: Makan → Arvin suka membuang-buang makanan
  • Konfiks, yaitu dua imbuhan di depan dan belakang kata seperti per--an, ke--an
    contoh: Kanak-kanak → Sifat arvin masih kekanak-kanakan
  • Simulfix, yaitu imbuhan yang terdiri atas lebih dari dua imbuhan seperti berke--an, memper--an
    contoh: Tanggung jawab → Karena ceroboh, Arvin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya

1 comments :

Brotot Facts: