Home » » Elektrokimia: Korosi

Elektrokimia: Korosi

Written By Harso Adjie Brotosukmono on Kamis, 03 Desember 2015 | 16.19


Korosi atau yang lebih dikenal dengan Pengkaratan merupakan salah satu contoh Reaksi Reduksi-Oksidasi yang dapat kita jumpai sehari-hari, korosi unsur-unsur yang berpotensial reduksi rendah (umumnya Besi, Fe). Akibat terjadinya korosi, benda-benda logam menjadi lebih rapuh dan mudah hancur.

Reaksi Korosi

Korosi merupakan proses dimana logam (umumnya besi) teroksidasi oleh Air dan Gas Oksigen. Air dan Gas Oksigen akan bertindak sebagai katode dan logam bertindak sebagai anode. Reaksi korosi terjadi spontan, sehingga proses korosi bisa dikatakan mirip dengan Sel Volta.

Berikut ini adalah reaksi Korosi:


Selanjutnya ion Besi (II) akan kembali dioksidasi menjadi Besi (III):


Perlindungan Korosi Secara Mekanik

Kaleng biskuit merupakan besi yang dilindungi secara galvanisasi oleh timah
sumber: www.wowkeren.com

Perlindungan Mekanik adalah perlindungan yang dilakukan dengan cara menghindari permukaan logam agar tidak terkena udara bebas yang mengandung oksigen dan uap air secara langsung. Hal ini dapat ditempuh dengan cara:
  • Mengecat

  • Melumuri dengan Oli atau Gemuk

  • Membuat Paduan Logam (Alloy)
    Logam besi dapat dipadu dengan kromium (Cr) membentuk paduan Stainless Steel, yaitu baja yang tahan karat karena telah dilindungi oleh lapisan film oksida kromium.

  • Melapisi dengan Plastik
    Karena plastik merupakan polimer dari etilen (plastik bening) atau stirena (styrofoam) yang merupakan senyawa organik yang terikat secara kovalen, sehingga sulit dioksidasi

  • Melapisi Dengan Logam Lain (Galvanisasi)
    Logam-logam dengan harga potensial reduksi sangat tinggi (di kanan deret elektrokimia, seperti Emas, Platina, Perak, Tembaga, Timah) merupakan logam-logam yang sangat sulit dioksidasi, logam tersebut dapat ditempatkan pada bagian terluar benda untuk melindungi bagian dalamnya dari kontak dengan udara langsung yang dapat menimbulkan korosi

Perlindungan Korosi Secara Elektrokimia

Perlindungan Elektrokimia atau sering disebut sebagai Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) adalah proses perlindungan logam dengan mengorbankan logam lain yang potensial reduksinya lebih kecil (semakin ke kiri deret elektrokimia).

Sebagai contoh adalah perlindungan besi dengan magnesium. Besi dihubungkan dengan Magnesium menggunakan kabel, lalu Magnesium akan bertindak sebagai anoda sementara besi sebagai katoda. Magnesium semakin lama akan terkikis habis karena teroksidasi, namun besi akan tetap aman.

Perlindungan Katodik. sumber: www.kemendikbud.go.id

0 comments :

Posting Komentar

Brotot Facts: