Home » » Hidrosfer

Hidrosfer

Written By Harso Adjie Broto on Minggu, 25 Mei 2014 | 16.36

Hidrosfer membahas tentang perairan.

Hidrosfer (Hidro artinya air dan sphere artinya lapisan) merupakan salah satu fokus dalam ilmu geografi yang membahas tentang wilayah yang mencakup perairan baik di laut maupun di darat. Lebih detailnya, ilmu yang mempelajari perairan laut disebut Oseanografi sementara perairan darat disebut Limnologi.

Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi adalah siklus yang melibatkan air sebagai objek utamanya. Terdapat 3 jenis siklus, yaitu Siklus Pendek, Siklus Sedang, dan Siklus Panjang.

1. Siklus Pendek
Pada siklus pendek, air laut akan menguap menjadi titik-titik air akibat panas matahari (Evaporasi). Lalu titik-titik air itu mengumpul membentuk awan (Kondensasi), dan awan yang mengandung terlalu banyak titik-titik air akan menurunkan hujan (Presipitasi) di laut juga.
Ciri-ciri Siklus Pendek:
- Air tidak mengkristal (menjadi es/salju).
- Siklus berlangsung relatif sebentar.
- Air laut menguap dan turun hujan di laut juga.

2. Siklus Sedang
Pada siklus sedang, air laut akan menguap menjadi titik-titik air (Evaporasi) lalu berkumpul membentuk awan (Kondensasi). Awan terbawa oleh angin ke daratan. Terjadi hujan (Presipitasi) di daratan. Air yang ada di darat mengalami menyerapan ke pori-pori tanah (Infiltrasi) atau pengaliran ke laut kembali melalui sungai atau kali (Run-off).
Ciri-ciri Siklus Sedang:
- Air tidak mengkristal (menjadi es/salju).
- Siklus berlangsung relatif sedang.
- Air turun di daratan.

3. Siklus Panjang (Siklus Lengkap)
Pada siklus panjang, air akan menguap membentuk titik-titik air (Evaporasi). Titik-titik air membentuk awan (Kondensasi). Lalu titik-titik air dalam awan mengkristal menjadi es atau salju (Sublimasi) dan terbawa angin ke daratan. Di daratan salju/es turun (Presipitasi) membentuk gletser atau lapisan salju. Gletser mencair dan airnya terbawa oleh sungai (Run-off) atau terserap ke pori-pori tanah (Infiltrasi).
Ciri-ciri Siklus Panjang:
- Air mengkristal menjadi es/salju.
- Siklus berlangsung relatif lama.
- Air turun di daratan.
- Umumnya jarang terjadi di iklim Tropis.

Klasifikasi Perairan


A. Perairan Asin
Perairan asin merupakan perairan yang megandung air yang bersifat asin. Air bersifat asin ini dikarenakan adanya larutan zat garam pada air tersebut. Kadar garam atau tingkat keasinan pada laut disebut Salinitas. 1% salinitas kasarnya diartikan sebagai 1 gram garam pada setiap 100 liter air laut.

Berdasarkan ukurannya, dari yang lebih kecil, perairan asin digolongkan sebagai Laut dan Samudera. Sementara ada istilah lain yaitu Teluk merupakan perairan asin yang dihimpit oleh daratan.

Zona-zona pada laut menurut kedalamnnya dan intensitas cahaya matahari terbagi atas Litoral, Netritik, Bathial, dan Abysial.

B. Perairan Tawar
1. Air Tanah
Air tanah merupakan air yang tersimpan dibawah permukaan bumi. Air tanah terbagi atas dua jenis, yaitu air tanah freatik dan air tanah artesis.

Air tanah freatik (Air tanah luar) adalah air tanah yang terletak dibawah permukaan bumi namun masih diatas batuan tak tembus air air (impermeable). Jadi, air tanah jenis ini dapat diambil melalui pompa biasa tanpa harus menggali sangat dalam.

Air tanah artesis (Air tanah dalam) adalah air tanah yang terletak dibawah daerah batuan tak tembus air (impermeable). Jadi, air tanah jenis ini tidak dapat diambil dengan pompa biasa, butuh pompa bertekanan tinggi dan harus menggali sangat dalam. Namun, persediaan air tanah artesis jauh lebih banyak dibanding air tanah freatik.


2. Sungai
Sungai merupakan aliran air. Awal mula sungai biasanya disebut Hulu. Sementara akhirnya disebut Hilir. Berdasarkan alirannya, jenis-jenis sungai adalah sebagai berikut:


  • Sungai Konsekuen merupakan sungai utama yang mengalir lurus menuruni bidang miring/lereng.
  • Sungai Obsekuen adalah sungai yang mengalir berkebalikan arah dari sungai Konsekuen.
  • Sungai Subsekuen adalah sungai yang mengalir tegak lurus dengan sungai Konsekuen.
  • Sungai Resekuen adalah sungai yang mengalir sejajar dari sungai Konsekuen.

Sementara berdasarkan bentuk polanya, jenis-jenis sungai adalah sebagai berikut:

3. Danau
Danau merupakan genangan air tawar yang luas. Terdapat 3 jenis danau berdasarkan cara pembentukannya, yaitu:

  • Danau Tektonik, adalah danau yang terbentuk dari pergeseran lempeng
  • Danau Vulkanik, adalah danau yang terbentuk dari letusan gunung api purba
  • Danau Buatan (Bendungan), adalah danau yang sengaja dibuat manusia

0 comments :

Posting Komentar

Brotot Facts: