Home » » Review Star Trek First Contact

Review Star Trek First Contact

Written By Harso Adjie Broto on Jumat, 16 Agustus 2013 | 22.03

Release Poster Star Trek First Contact

Salam Brotot!
Sobat pasti tau film Star Trek Into Darkness karya J.J. Abrams, ya, film itu sangat fenomenal walau tidak sefenomenal Star Trek (2009), namun tahukah kamu? Star Trek Into Darkness itu film Star Trek ke-12, sementara Star Trek (2009) merupakan film Star Trek yang ke-11. Film ini mengadopsi jalan cerita The Original Series dalam versi Alternate Reality. Film ini begitu fenomenal selain karena fans-fans Star Trek (Trekkie) yang kangen akan Star Trek, tapi juga para gadis yang sepertinya tertarik dengan kegantengan kapten James T. Kirk-_-

Namun jauh sebelum J.J Abrams menyutradarai Star Trek, Star Trek sudah ada jauh sebelum itu, salah satu film Star Trek yang terkenal adalah Star Trek First Contact. Ini merupakan film Star Trek ke-8. Jangan khawatir karena takut tidak mengerti jalan cerita, sama seperti Star Trek Into Darkness, hampir semua film Star Trek mengadopsi sistem jalan cerita yang nyambung, tapi tidak mengikat. Sehingga walaupun kamu tidak menonton film sebelumnya, kamu bisa mengerti jalan ceritanya.

Kiri-ke-kanan: Worf, William Riker, Jean-Luc Picard, Data, Geordi LaForge, Deanna Troi, Beverly Crusher.

Film Star Trek First Contact ini mengadopsi jalan cerita The Next Generation, dimana Jean-Luc Picard sebagai kapten, William Riker sebagai perwira utama, Data (seorang android) sebagai perwira sains, Deanna Troi sebagai konselir, Worf (seorang klingon) sebagai perwira taktis, Beverly Crusher sebagai perwira medis, Geordi LaForge sebagai perwira mesin, dan lain-lain.


Lalu bagaimana jalan cerita Star Trek First Contact?
Di awal cerita kita akan dibawa dalam mimpi kapten Jean-Luc Picard ketika ia menjadi anggota Borg (sebuah spesies bionik yang digabungkan dengan mesin, dikendalikan oleh 1 orang, yaitu Ratu Borg) ketika terbangun dari mimpinya, ia mendapatkan kabar dari Starfleet bahwa Borg akan menyerang bumi. Namun kapten Picard yang telah trauma akan borg tidak mau pergi ke bumi, ia yang sedang bertugas di zona netral antara federasi dan romulan tetap mengawasi zona netral.

Namun setelah ia menerima transmisi suara jeritan, laporan kematian dari zona perang, ia mengubah pikirannya dan menyuruh pilot pesawat, letnan hawk untuk mengarahkan kapal bintang Enterprise-E menuju zona perang. Disana ia menghadapi sebuah kubus raksasa. Pada zona perang, kapal laksamana starfleet telah hancur, kapten Picard mengambil alih perintah.

Borg Cube dan Enterprise-E

Kapten Picard yang telah berpengalaman dengan borg dapat dengan mudah menghancurkan borg cube, namun setelah dihancurkan borg sphere melarikan diri menggunakan time-travel ke masa lalu dengan tujuan mengubah sejarah first contact manusia dengan spesies alien. Enterprise-E mengejar borg sphere dan sampai di tanggal 4 april 2063, masa itu adalah masa perang dunia ketiga. Borg sphere menyerang lokasi tempat akan diluncurkannya roket yang akan memulai sejarah first contact.

Namun dengan segera Enterprise-E menghancurkan borg sphere. Untuk memastikan tidak terjadi masalah, kapten picard beserta kru enterprise yang lain turun ke permukaan bumi. Mereka memastikan agar penerbangan perdana menembus kecepatan cahaya jadi dilakukan besok. Mereka mencari kapal antariksa phoenix dan Dr. Zefram Cochrane.

Kapal Antariksa Phoenix

Dr. Zefram Cochrane yang awalnya sudah pesimis akan penerbangan perdana menembus kecepatan cahaya akhirnya disemangati oleh kru enterprise, mereka berkata bahwa 50 tahun kedepan berkat penemuannya tidak ada lagi perang atau penyakit, akan dibangun ratusan armada kapal bintang raksasa untuk menjelajah galaksi, namun jika ia tidak melakukannya besok sebelum pukul 11, itu semua hanya isapan jempol.

Sementara itu di dalam enterprise, kapten Picard dan kru di dalam kapal menghadapi Borg yang ternyata memanfaatkan perisai Enterprise yang sedang down untuk teleport masuk ke dalam Enterprise, mereka membangun markas Borg dan menguasai hampir setengah bagian dari kapal Enterprise. Data (seorang Android) disandera oleh Borg, ia ditawari kesempurnaan asalkan mau bekerja sama dengan Ratu Borg.

Kapten Picard yang sudah putus asa menghadapi Borg mengevakuasi seluruh kru yang tersisa dikapal dan berniat untuk melakukan mode self-destruct. Namun saat yang lain sudah keluar, Kapten Picard teringat oleh Data yang masih disandera oleh Borg.

Kapal Bintang Enterprise-E

Dr. Zefram Cochrane sudah hampir yakin untuk melakukan penerbangan warp perdananya, namun Geordi LaForge yang menceritakan masa depan bahwa Zefram akan menjadi sebuah tokoh besar, nama sekolah, dan tepat di lokasi peluncuran saat itu, kedepannya akan menjadi sebuah monumen patung Zefram Cochrane setinggi 40 meter. Zefram menjadi tidak antusias lagi dalam proyeknya dan berniat melarikan diri.

Namun akhirnya tepat pada 5 April 2063, Phoenix lepas landas dari bumi, roket tahap 1 terlepas dan mesin warp mulai bekerja. Saat mau memasuki zona warp, Dr. Zefram Cochrane melihat kapal Enterprise. Sementara di dalam Enterprise Data menonaktifkan mode self-destruct dan mengarahkan torpedo untuk menghancurkan phoenix. Namun semua itu hanyalah drama, Data sama sekali tidak terpengaruh Borg. Ia menghancurkan tabung yang berisi gas yang bisa menghancurkan Borg, Gas itu keluar dan membunuh semua Borg termasuk Ratu Borg. Data dan kapten Picard selamat.

Ratu Borg (kiri) dan Kapten Picard (kanan)

Di bumi, kapal antariksa phoenix berhasil melakukan penerbangan menembus kecepatan cahaya dan terdeteksi oleh kapal penjelajah vulcan, T'Plana Hath, kapal vulcan yang sebelumnya tidak berniat melakukan kontak pertama dengan bumi karena terlalu primitif akhirnya banting setir untuk mengunjungi bumi. First Contact antara manusia dan spesies alienpun terjadi.

First Contact


Akhirnya Kru Enterprise kembali ke kapal Enterprise dan kembali ke abad 24. Masa depan kembali seperti semula, Borg telah dihancurkan, dan manusia berhasil melakukan kontak pertama dengan alien. Selanjutnya perang dunia usai, manusia mulai hidup bersama dan menjelajah angkasa bertemu dengan alien-alien baru.

"Don't try to be a great man, just be a man and let the history make its own judgements" -Dr. Zefram Cochrane, 2073.

Penasaran pengen nonton film ini? DVDnya sudah pasti sangat sulit dicari di Indonesia, apalagi nonton di bioskop, pastinya sudah tidak ada. Namun jangan khawatir bisa download dari internet.
Buat kamu yang torrent mania nih magnet linknya: (jangan khawatir, seedernya banyak)
720p by YIFY - here
1080p by Judas - here

2 comments :

Brotot Facts: