Home » » Bandara Dengan Runway Terpanjang di Indonesia

Bandara Dengan Runway Terpanjang di Indonesia

Written By Harso Adjie Broto on Sabtu, 27 Juli 2013 | 23.44

Bandara Dengan Runway Terpanjang di Indonesia

Landas Pacu merupakan elemen paling penting dari sebuah bandara. Di Landas Pacu, terjadi proses terbang (take-off) dan mendarat (landing) pesawat. Landas Pacu biasanya dilapisi aspal campuran atau beton untuk menahan bobot pesawat yang lalu-lalang setiap hari.

Pada bandara yang sangat sibuk (seperti bandara soekarno-hatta) akan memiliki lebih dari satu landas pacu untuk menambah efisiensi bandara. Pada kasus yang lebih ekstrim, seperti bandara Schiphol Amsterdam, memiliki 6 runway.

Sobat brotot, apa nama bandara dengan landasan pacu/landas pacu (runway) terpanjang di Indonesia? sebagian besar sobat brotot ada yang jawab Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ternyata bukan! Bandara dengan Landas Pacu terpanjang adalah Bandara Internasional Hang Nadim di Batam, Provinsi Kepulauan Riau sepanjang 4040 m lebih panjang di banding Bandara Internasional Changi di Singapura (4000 m). Namun apa nama bandara operasional dengan landas pacu terpanjang di Dunia? Bandara itu adalah bandara Qamdo Bamda di China dengan panjang landas pacu 5500 meter. Lalu apa nama-nama bandara dengan landas pacu terpanjang di Indonesia?

11. Bandara Internasional Minangkabau - Padang (2.749 m)

Bandara Internasional Minangkabau

Bandara ini berlokasi di Ketaping, Padang Pariaman. 19 km dari pusat kota padang. Mulai dioperasikan pada 22 Juli 2005 menggantikan Bandara Tabing dengan kode PDG. Memiliki luas total 4.27 km² dengan satu bangunan terminal untuk penerbangan Internasional dan domestik. Bandara Internasional Minangkabau ini memiliki landas pacu sepanjang 2.749 meter!

10. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (3.000 m)

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda

Bandara ini berlokasi di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II untuk melayani rute domestik dan internasional melayani kota Banda Aceh dan sekitarnya. Bandara ini mulai dibangun oleh pemerintah kolonial jepang pada 1943.

9. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (3,000 m)

Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II

Bandara dengan kode penerbangan PLM ini terletak di wilayah KM.10 Kecamatan Sukarame. Namanya ini diambil dari nama Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1862), seorang pahlawan daerah yang pernah memimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Bandara ini telah resmi menjadi bandara bertaraf internasional dan bisa didarati oleh pesawat yang berbadan besar pada 1 Januari 1970. Pengembangan bandara tersebut mulai dilakukan pada 1 Januari 1990 dengan total biaya Rp367 Milyar. Saat ini bandara dapat didarati pesawat Airbus A330 dan sejenisnya serta Boeing 747 . Setelah itu akan ada pembangunan jalan tol Indralaya-Palembang-Bandara Sultan Mahmud Badarudin II untuk mempermudah akses ke Bandara.

8. Bandara Internasional Polonia (3,000 m)

Bandara Internasional Polonia

Bandara berkode MES ini sebelumnya adalah sebuah perkebunan milik orang polandia, karena itu diberi-nama bandara "Polonia". Bandara seluas 144 hektar ini adalah bandara tersibuk ke-4 di Indonesia, lokasinya yang terlalu dekat dengan pusat kota medan membuat tinggi bangunan di kota medan harus dibatasi, menjadikan pembangunan kota medan terhambat. Selain itu, kapasitas yang sudah over mendesak untuk membangun bandara internasional baru di kota medan yaitu Bandara Internasional Kuala Namu.

7. Bandara Internasional Djuanda (3,000 m)

Bandara Internasional Djuanda

Bandara ini terletak di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, 20 km sebelah selatan kota Surabaya. Memiliki luas sebesar 51 ribu m², atau sekitar dua kali lipat dibanding terminal lama yang hanya 28 ribu m². Bandara baru ini juga dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir seluas 29 ribu m² yang mampu menampung lebih dari 3.000 kendaraan. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun. Bandara Djuanda merupakan bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai.

6. Bandara Internasional Ngurah Rai (3,000m)

Bandara Internasional Ngurah Rai

Bandara Internasional Ngurah Rai diambil dari nama pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Bandara ini terletak 13 kilometer dari pusat kota Denpasar dan berkode DPS. Bandara ini merupakan bandara tersibuk kedua di Indonesia. Karena keterbatasan lahan, sebagian panjang landas pacu dibuat di atas laut.

5. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (3,100m)

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Terletak 30 km dari Kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan. Bandara ini dikelola oleh PT. Angkasa Pura I dengan kode bandara UPG. Sekarang, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Sudah Mengoperasikan Apron baru, landas pacu terbaru serta 1 buah taxiway. Perpanjangan landasan tahap 2 dari 3,100 meter menjadi 3,500 meter akan mulai dilaksanakan antara akhir tahun 2011 atau awal 2012, setelah pembebasan lahan terlaksanakan. Perpanjangan landasan ini ditujukan agar kedepannya dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeng 747 secara maksimal.

4. Bandara Internasional Frans Kaisiepo (3,571 m)

Bandara Internasional Frans Kaisiepo

Bandara ini terletak di pulau Biak, Provinsi Papua dan memiliki Kode BIK. Bandara ini menjadi pusat penerbangan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia dan pada masa pembebasan Irian Barat.

Landasan pacu yang digunakan masih digunakan saat ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun pada masa Perang Dunia II. Saat ini, bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura I.

3. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (3,600 m & 3,660 m)

Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Inilah Bandara tersibuk di Indonesia serta ke-9 tersibuk di Dunia dan ke-3 di asia setelah Bandara Beijing dan Tokyo. Bandara yang terletak di Tangerang, Provinsi Banten ini memiliki 3 terminal dan 2 landas pacu. Bandara Soekarno-Hatta juga sudah mulai mendekati overcapacity. Saat ini ada rencana untuk membangun terminal 4 atau membangun bandara baru di Karawang, Jawa Barat yang akan menjadi bandara kedua di Jakarta.

2. Bandara Internasional Kuala Namu (3,750 m)

Bandara Internasional Kuala Namu

Bandara ini belum lama diresmikan pada tahun 2013. Bandara ini terletak di Deli Serdang, 39 kilometer dari kota Medan. Bandara ini dibangun menggantikan Bandara Internasional Polonia. Bandara ini akan menjadi Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta, namun jauh lebih terintergritas daripada Soekarno-Hatta karena bandara ini nantinya akan dilengkapi Jalan Tol dan Jalur Kereta Api.

Ada insiden kecelakaan kecil yang lucu yang sempat terjadi di Bandara ini, yaitu pada hari Sabtu 18 Mei 2013, sebuah pesawat Boeing 737-400 Malaysia Airlines yang seharusnya mendarat di Bandara Polonia, nyaris mendarat di Bandara Kuala Namu. Pesawat ini belum sempat mendarat, akan tetapi roda pesawat sudah dikeluarkan. Begitu pilot sadar bahwa bandaranya salah, ia langsung menerbangkan pesawat kembali. Pesawat ini mendarat di Bandara Polonia dengan selamat.

1. Bandara Internasional Hang Nadim (4,025 m)

Bandara Internasional Hang Nadim

Bandara Hang Nadim Batam adalah Bandara dengan Landasan Pacu terpanjang di Indonesia. Bandara ini terletak di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Mulai beroperasi pada 1965 dengan kode bandara BTH. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.025 meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia. Dengan kondisinya saat ini, Bandara Hang Nadim dapat menampung delapan belas pesawat berbadan lebar dengan jenis Boeing 767.

1 comments :

  1. keren nih, baru tau gue... ternyata soekarno hatta bukan yang paling panjang

    BalasHapus

Brotot Facts: